Pecah kaca

Rekayasa Kasus Pecah Kaca Rp223 Juta

BATAM — Penyelidikan polisi mengungkap adanya rekayasa atas laporan kasus pecah kaca dengan kerugian Rp223 juta. Kasus itu dilaporkan Afdryanto (27), warga Perumahan Baloi Point yang mengaku menjadi korban pecah kaca di Windsor Centre pada Selasa, 24 Mei 2016.

“Kasus yang dilaporkan hanya akal-akalan. Uang itu sebenarnya tidak ada,” ungkap Kapolsek Lubukbaja, I Putu Bayu Pati, Rabu, 25 Mei 2016.

Menurut Putu, berdasarkan hasil pemeriksaan, Afdryanto akhirnya mengakui perbuatannya. Ia nekat memecahkan kaca mobilnya sendiri, karena usaha sarang burung waletnya bangkrut, ditambah utangnya banyak.

“Harapannya agar orangtuanya mengganti uang yang hilang itu,” jelas Putu.

Kasus laporan palsu itu akan diselesaikan secara kekeluargaan. Kepolisian akan memediasi, pasalnya tidak ada yang dirugikan selain pelapor.

“Pelapor juga harus memberikan keterangan kepada media, karena sudah menimbulkan keresahan,” tegas Putu. (cw2)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *