Sanur Unggul 53,5 Persen Versi Quick Count

BATAM – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, Muhammad Sani-Nurdin Basirun (Sanur) untuk sementara unggul dari pasangan Soerya Respationo-Ansar Ahmad (SAH). Berdasarkan hitung cepat (quick count) Charta Politika, pasangan nomor urut 1 ini memperoleh 53,5 persen suara. Sedangkan rivalnya, pasangan nomor urut 2 Soerya Respationo-Ansar Ahmad (SAH) memperoleh 46,5 persen suara.

Manager Riset Charta Politika Muslimin mengungkapkan, ada 300 dari 3.181 TPS di Kepri yang menjadi sampel hitung cepat tersebut. Dengan margin of error 2 persen dan tingkat kepercayaan 99 persen, perolehan suara Sanur cukup stabil.

“Namun kami tidak berani katakan ini hasil resmi (real count), karena data resminya menunggu KPU,” katanya saat dihubungi lewat telepon, Rabu (9/12/2015).

Hasil sementara hitung cepat Charta Politika hingga pukul 17.00 dengan sekitar 97 persen data yang masuk, Sanur unggul di lima kabupaten/kota di Kepri. Di Karimun Sanur unggul dengan 73 persen suara, sedangkan SAH 27 persen. Di Lingga Sanur memperoleh 61 persen suara dan SAH 39 persen, Tanjungpinang Sanur 54 persen dan SAH 46 persen, serta Batam dan Natuna Sanur 51 persen dan SAH 49 persen.

Sementara SAH unggul di dua kabupaten, yakni Anambas dan Bintan. Di Anambas SAH memperoleh 62 persen dan Sanur 38 persen, sedangkan di Bintan SAH 64 persen dan Sanur 36 persen.

Sani bersyukur dengan hasil hitung cepat yang menempatkannya unggul sementara dari pasangan SAH. Menurutnya, hasil itu merupakan kerja keras yang tulus bersama tim pemenangan, tanpa mengharapkan apapun.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kepri. Kalau hasilnya bisa sampai akhir, berarti masyarakat masih merespons saya dan saya sangat menghargai itu,” katanya di Rumah Pemenangan Sanur di Ruko Royal Sincom Batam Centre.

Sani membeberkan, dia sudah bertugas selama 49 tahun dengan 15 jabatan di pemerintahan tanpa putus. Banyak orang mengaitkan keberuntungannya dengan judul bukunya ‘Untung Sabut’, mengalir seperti biasa, tentunya disertai dengan bekerja keras.

“Tidak hanya masyarakat, keluarga saya juga mendukung tanpa banyak permintaan, terutama istri dan anak saya. Saya tidak sangka anak saya punya bakat politik, kadang sehari bisa 8 kegiatan diberikan,” paparnya.

Sani berpesan kepada seluruh tim pendukung untuk terus menjaga dan mengawal rekapitulasi suara. “Kewajiban kita menjaga supaya tetap angka ini. Kalau ada masalah, koordinasi. Tapi saya yakin dan percaya kita sama-sama ingin menjaga suasana kondusif dan tidak ada masalah,” katanya.

Ketua Tim Pemenangan Sanur, Ahars Sulaiman mengatakan, pihaknya akan mengawal ketat kemenangan sementara berdasarkan hasil hitung cepat tersebut. Pengawalan dilakukan secara berlapis, mulai dari TPS hingga KPU.

“Di TPS kami sudah menempatkan hingga 5 orang. Bahkan nantinya saat surat suara dipindahkan akan dikawal 50 hingga 100 orang dan pengawalan ini akan dilakukan sampai penetapan pemenang,” ungkapnya.

Sementara kubu SAH tak ingin ikut-ikutan mengacu pada hasil hitung cepat yang mengunggulkan pasangan Sanur. Menurut Ketua Tim Advokasi Kawal Pilkada Serentak PDIP, Sirra Prayuna, pihaknya lebih memilih untuk menunggu hasil real count para saksi di masing-masing TPS. Sirra masih optimistis pasangan SAH memperoleh hasil yang memuaskan.

“Tim Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) masih terus bekerja. Hasil dari masing-masing TPS akan kami kumpulkan untuk mendapatkan data riil,” ujarnya saat konferensi pers di kediaman Soerya Respationo di Dutamas.