Selfie di Ikon Welcome to Batam, Turis Singapura Dirampok

BATAM – Batam harus meningkatkan jaminan keamanan untuk meningkatkan kepercayaan warga asing yang akan datang berkunjung. Jangan sampai aksi-aksi kriminalitas menggagalkan target kunjungan wisatawan mancanegara yang terus meningkat setiap tahunnya dan membuyarkan semangat untuk menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan pendapatan daerah.

Aksi kriminalitas itu, di antaranya dialami dua turis Singapura, Samantha Moberg (27) dan Mark Tang (26) saat selfie di ikon Welcome to Batam di Batam Centre, Minggu (17/4/2016). Harta benda keduanya, seperti handphone, uang tunai, hingga rokok dikuras dua perampok bersenjata parang yang datang berboncengan dengan motor matic.

Tak ada seorang pun menolong saat kejadian. Setelah pelaku menghilang, barulah ada orang menghampiri Samantha dan Mark yang kebingungan di pinggir jalan. Orang tersebut lalu membawa kedua turis itu ke Mapolsek Batam Kota untuk membuat laporan dan kemudian diteruskan ke Mapolresta Barelang.

“Saya tak ingin lagi datang ke Batam,” kata Samanta dan Mark yang terlihat trauma.

Perampokan itu menjadi tamparan keras bagi dunia wisata Batam, karena terjadi pada siang bolong dan di ikon Kota Batam. Lokasi perampokan di tempat terbuka, tanah kosong depan Asrama Haji Batam Centre atau berjarak sekitar 100 meter dari Mapolsek Batam Kota.

Peristiwa itu mencoreng dunia pariwisata Batam, di saat Kementerian Pariwisata Indonesia menggelorakan jaminan keamanan dan kenyamanan berwisata di Indonesia.