Telaah Bukti, Pengacara Wardiaman Ancam Praperadilankan Polresta

BATAM – Utusan Sarumaha, Pengacara Wardiaman Zebua (26) kembali mendatangi Mapolresta Barelang, Selasa (10/11/2015). Sudah seminggu ia tak menemui kliennya itu, yang telah ditetapkan polisi sebagai tersangka pembunuh siswi SMAN 1 Batam, Dian Milenia Trisna Afiefa alias Nia (16).

Tidak sekadar bertemu, Utusan juga akan mengonfirmasi dan menelaah sejumlah bukti dan keterangan yang telah dihimpunnya kepada Wardiaman. Sebab sampai saat ini, Wardiaman tak mengakui memperkosa dan membunuh anak sulung pasangan Bob Vages dan Isna warga perumahan Villa Mukakuning Batuaji itu dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Ia berencana mempraperadilankan Polresta Barelang, jika bukti yang dimiliki polisi tak cukup untuk menjerat Wardiaman sebagai tersangka.

“Semoga bukti yang ada akurat. Jika tidak, kami akan melakukan praperadilan,” ujarnya.

Menurut Utusan berdasarkan pengakuan Wardiaman, saat korban Nia menghilang dan akhirnya ditemukan meninggal di hutan Seiladi, Wardiaman tengah berada di tempat kerjanya, perusahaan semen di Sekupang. Memang saat itu Wardiaman mengaku sempat melihat seorang wanita di hutan Seiladi dalam BAP, tapi ia tak mengenali wanita itu.

Sebagai penasehat hukum,ia akan melindungi dan membela hak-hak formil kliennya. Ia berharap polisi membeberkan bukti-bukti yang menjerat Wardiaman sebagai tersangka pembunuhan dan meminta keabsahan bukti. Sebab ia belum melihat langsung seluruh barang bukti yang telah diamankan polisi.

“Silakan kalau ada bukti-bukti yang akurat dan sah, tidak ada rekayasa. Jika terbukti dan polisi ada alat bukti, pelaku harus siap menghadapi hukuman,” katanya.

Utusan juga mengungkapkan bahwa ia masih kesulitan untuk berkomunikasi dengan Susan sejak Wardiaman ditangkap. Istri Wardiaman itu mengaku masih stres berat atas kejadian tersebut dan belum bisa memberikan keterangan kepadanya.

“Istrinya tak percaya kalau suaminya membunuh, sampai sekarang saya belum ada komunikasi,” ujarnya.

Sementara polisi masih mencari petunjuk dalam kasus pembunuhan terhadap tiga wanita muda, Nia, Dwi Juli Anggi (18), dan Tri Chintya Prasetia (17) berdasarkan barang bukti yang telah diamankan. Dari 74 barang bukti itu, 60 barang bukti di antaranya sudah dikirim ke Labfor Mabes Polri di Jakarta.

Kapolresta Barelang Komisaris Besar Asep Safrudin enggan berspekulasi terkait tidaknya Wardiaman dengan tiga kasus pembunuhan wanita muda itu. Sebab pemeriksaan barang bukti membutuhkan waktu dan ketelitian, apalagi jumlahnya banyak.

“Semua barang bukti yang kami temukan di tiga TKP (Tempat Kejadian Perkara) sudah diserahkan ke Tim Labfor. Jumlah saksi belum ada penambahan, jika dibutuhkan akan kami tambah guna mengungkap kasus pembunuhan yang belum terungkap,” katanya.

Semula polisi mulai mengaitkan Wardiaman, tersangka pembunuh Nia dengan kasus pembunuhan Dwi Juli Anggi dan Tri Chintya Prasetia. Hal ini karena ada kemiripan luka, barang milik korban tak ada yang diambil, dan korban sama-sama perempuan muda.

Selama menjalani pemeriksaan, Wardiaman terus bersikap tenang, seolah merasa tak bersalah. Warga yang menempati rumah kontrakan di Taman Pesona Indah (TPI) Blok D3 No.11, Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji ini disergap polisi pada Jumat (30/10/2015) pukul 06.30, saat hendak berangkat kerja. Pria dengan dua anak ini masih berpakaian rapi saat ditangkap, mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam.

Polisi membutuhkan waktu sekitar 33 hari untuk menangkap terduga pelaku pembunuh Nia itu. Awalnya, polisi kewalahan karena minimnya bukti dan saksi. Dari olah TKP juga tidak ditemukan bukti yang mengarah kepada pelaku. Akhirnya, polisi mendapat identitas sepeda motor Yamaha Mio J warna biru yang digunakan pelaku dari seorang saksi.