Tembak Ditempat bagi Perusuh Pilkada

BATAM – Kepolisian tidak main-main dalam pengamanan Pilkada, 9 Desember besok. Bahkan jajaran Polda Kepri sudah mendapatkan instruksi tembak di tempat bagi perusuh Pilkada.

Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono mengungkapkan, status keamanan pada Pilkada serentak ini adalah Siaga Satu. Seluruh personel kepolisian yang diturunkan di lapangan juga sudah dibekali pedoman pengamanan di masing-masing tempat. Pihaknya tak mau kecolongan, semua daerah dianggap rawan, terutama Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Anggota sudah tahu tugasnya kalau ada rusuh, mulai dengan tindakan preventif ringan, sedang, sampai tingkat atas, tembak di tempat,” katanya kepada wartawan di Hotel PIH Batam Centre, Senin (7/12/2015).

Tidak hanya Kepri, Polda Provinsi Sulawesi juga mengeluarkan perintah tembak di tempat bagi siapapun yang nekat membuat rusuh. Kebijakan itu mendapatkan dukungan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo. Ia menilai perintah itu sebagai bentuk senjata pemungkas menangani kericuhan yang ditimbulkan perusuh Pilkada. Menurutnya, perlu ketegasan terhadap pihak-pihak yang tak mau mengikuti aturan.

“Itu bagus. Terima kasih pada kepolisian yang tegas, kalau rusuh tembak di tempat,” kata Tjahjo di kantor KPU di Jakarta, Minggu (6/12/2015).

Kapolresta Barelang Kombes Asep Safrudin mengungkapkan, jumlah personel Polri dan TNI yang akan diturunkan dalam pengamanan Pilkada sebanyak 2.000 orang. Sedangkan yang akan diturunkan langsung untuk pengamanan di TPS ada 936 personel dari Polda Kepri, Polresta Barelang, dan Polsek-Polsek.

Sistem pengamanannya, setiap 3 TPS kategori aman akan dijaga 1 orang polisi. Kemudian 1 orang polisi menjaga 2 TPS kategori rawan satu dan 1 polisi untuk menjaga 1 TPS kategori rawan dua.

Pengamanan yang dilakukan Polri maupun TNI hanya sebatas di luar TPS, tidak sampai mencampuri dan masuk TPS. Dari total 1.638 TPS di Batam hanya 765 TPS yang masuk kategori aman.

“Selebihnya 438 TPS masuk kategori rawan satu dan 435 TPS rawan dua,” katanya.