Simulasi pengamanan demo Hari Buruh 1 Mei di Batam

Terminal Mukakuning Jadi Pusat May Day di Batam

BATAM — Malam yang makin larut, tak membuat aktivitas di Terminal Mukakuning kian surut. Lima gerobak yang digunakan untuk angkringan, berjualan bakso, dan mie ayam sibuk melayani pesanan. Beberapa remaja bergerombol mengelilingi meja-meja kayu pendek warna coklat setinggi 25 centimeter yang ditempatkan di sekitar gerobak, berjajar di antara trotoar terminal.

“Kami biasa nongkrong di sini, minum susu jahe ataupun makan nasi kucing,” kata Sinta yang tengah berkumpul bersama tiga rekan satu perusahaan di Terminal Mukakuning, belakang Pintu 3 Kawasan Industri Batamindo, Mukakuning, Kecamatan Seibeduk, Rabu (27/4/2016) sekira pukul 23.00.

Terminal Mukakuning sudah beberapa tahun terlantar, tak ada aktivitas menurunkan atau menaikkan penumpang layaknya terminal. Terminal ini sudah terlantar sejak dibangun, fungsinya hanya sekadar untuk menarik retribusi bagi angkot yang akan masuk ke Kawasan Industri Batamindo. Beberapa tahun terakhir, sejumlah pedagang kaki lima memanfaatkan luasnya areal terminal dengan fasilitas yang masih kokoh itu untuk berjualan.

Minggu (1/5/2016), Terminal Mukakuning juga akan dimanfaatkan kalangan serikat buruh di Batam untuk memperingati Hari Buruh Sedunia (May Day). Di antara tuntutan yang disuarakan adalah mulai dari isu nasional pembebasan 26 aktivis yang dikriminalkan karena demo pada 30 September lalu di depan istana hingga isu lokal perjuangan Upah Minimum Sektoral (UMS) Kota Batam 2016.

“Ayo kawan, buktikan bahwa Anda mampu untuk membuat Terminal Mukakuning menjadi oranye. Kutantang kawan-kawan apakah Mukakuning akan menjadi oranye atau tetap menjadi Mukakuning,” tulis Mustofa, pengurus Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam dalam akun medsosnya.

Peringatan May Day kali ini juga akan dimanfaatkan para buruh untuk membentuk organisasi kemasyarakatan (Ormas). Pembentukan ormas ini diharapkan memiliki kekuatan politik lebih besar dalam mengakomodir aspirasi buruh. Mengingat saat ini banyak kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tidak berpihak pada buruh dan lebih mengakomodir kepentingan pengusaha.

“Membentuk kekuatan sendiri bagi buruh dan rakyat serta seluruh aktivis sosial adalah keniscayaan,” kata Panglima Koordinator Daerah (Pangkorda) Garda Metal FSPMI Batam, Suprapto.

Sementara itu menjelang aksi May Day, sebanyak 650 personel Polresta Barelang menggelar simulasi pengamanan unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Batam di Batam Centre, Selasa (26/4/2016) pagi. Tujuannya untuk melatih dan meningkatkan skill personel polisi dalam mengatasi aksi anarkis unjuk rasa.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *