Terseret Korupsi Rp1,5 Miliar, Mantan Dirut BPR Karimun Ditahan

KARIMUN — Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun akhirnya menahan Mantan Dirut BPR Karimun Lukman Hakim, Kamis (12/11/2015). Tersangka kasus dugaan korupsi BPR Karimun hingga Rp1,5 miliar ini awalnya datang ke Kantor Kejaksaan untuk menjalani pemeriksaan.

Sekitar enam jam pemeriksaan, dari pukul 09.30-15.30, kejaksaan kemudian mengeluarkan surat perintah penahanan terhadap Lukman. Pemeriksaan tersebut merupakan yang kedua kalinya.

Kasi Pidsus Kejari Karimun Rizki mengatakan, penahanan dilakukan tim penyidik karena khawatir Lukman melarikan diri, lantaran saat ini tak bekerja lagi dan bisa memengaruhi saksi lain. Lukman ditahan di Rutan Kelas IIB Karimun selama 20 hari ke depan.

“Penyidik khawatir tersangka kabur, makanya begitu selesai pemeriksaan langsung ditahan,” katanya.

Rizki mengungkapkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan kejanggalan atas audit terhadap BPR Karimun periode Mei-Juni 2015 sebesar Rp1,5 miliar. Ada sejumlah modus yang dilakukan tersangka dalam dugaan korupsi tersebut, di antaranya mencairkan deposito tanpa menyerahkan uangnya kepada nasabah, menggunakan uang kas kantor cabang di Moro untuk keperluan pribadi, dan menggunakan dana operasional dengan nilai di luar kewajaran.

Penyidik telah memeriksa 32 saksi dari debitur dan karyawan BPR Karimun. Dari hasil pemeriksaan itu, penyidik menetapkan Lukman sebagai tersangka pada 29 Oktober lalu.

“Tersangka dikenakan pasal primer, pasal 2 ayat 1 UU Tipikor Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor. Kemudian subsider pasal 3 UU yang sama dan pasal 8 tentang penggelapan. Ancamannya maksimal 20 tahun penjara,” katanya.

Sementara Lukman terlihat santai dengan penahanan tersebut. Namun ia enggan menanggapi pertanyaan para wartawan.