Tiga Koruptor Kebun Raya Batam Divonis Bersalah

TANJUNGPINANG – Terdakwa kasus dugaan korupsi Kebun Raya Batam One Indirasari dan M Zaini Yahya menerima vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang dengan penjara 1 tahun dan denda Rp50 juta. Sedangkan terdakwa lainnya Yusirwan masih pikir-pikir, karena divonis penjara 1 tahun 3 bulan, denda Rp50 juta, dan mengganti kerugian negara Rp5,028 miliar.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Dame Pandiangan di PN Tanjungpinang, Selasa (29/12), ketiganya menjalani vonis secara bergantian. One Indirasari yang mendapat giliran pertama dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal Pasal 3 junto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, junto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, junto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun dan denda Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan,” ujar Dame membacakan vonis.

Atas putusan itu, One Indirasari menyatakan menerima, sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Noviandri menyatakan masih pikir-pikir. Vonis yang sama juga diberikan kepada M Zaini Yahya. Terhadap vonis tersebut, Zaini juga menyatakan menerima.

Sementara Yusirwan yang mendapat giliran terahir divonis dengan penjara 1 tahun 3 bulan, denda Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan, dan diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp5,028 miliar. Jika dalam waktu 1 bulan uang pengganti kerugian negara tak dibayar, maka harta bendanya akan disita Jaksa.

“Dan bilamana harta benda tidak mencukupi untuk membayar uang penganti, maka akan dijatuhi pidana penjara selama 1 tahun,” ujar Dame.

Mendengar putusan tersebut, Yusirwan menyatakan masih pikir-pikir apakah akan menerima atau mengajukan banding.

Dalam sidang sebelumnya, JPU dari Kejaksaan Tinggi Kepri menuntut ketiga terdakwa dengan penjara selama 1 tahun 6 bulan. Ketiga terdakwa juga dikenakan denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan, serta membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp2,742 miliar. Sejumlah uang kerugian negara tersebut sudah dikembalikan oleh para terdakwa seluruhnya kepada tim penyidik Kejati Kepri.

One Indirasari merupakan Pejabat Pembuat Komitmen dari Kementerian Pekerjaan Umum, M Zaini Yahya selaku Project Manager PT Arah Pemalang, dan Yusirwan adalah Direktur Utama PT Asfri Putra Rora. Dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Kebun Raya Batam, ketiganya didakwa merugikan negara Rp6,8 miliar dari total anggaran Rp 21,8 miliar pada tahun 2014.

Kerugian negara timbul karena adanya kelebihan pencairan dana proyek yang belum selesai seluruhnya. Proyek pembangunan Kebun Raya Batam dihentikan pada progres 93,94 persen dari kontrak. Namun, dana dibayarkan 100 persen. Penghentian proyek itu menimbulkan kelebihan pembayaran sebesar 6,06 persen atau sekitar Rp1,3 miliar.

Selain kelebihan pembayaran, rincian lain penyebab kerugian negara adalah adanya ketidaksesuaian volume pekerjaan proyek, pekerjaan utama yang disubkontrakkan pada penyedia jasa spesialis yang tidak diperbolehkan dalam aturan, serta ketidaksesuaian mutu dan spek pekerjaan. Terakhir, ada selisih penghitungan harga yang sangat signifikan dari item-item pekerjaan tersebut.

Kebun Raya Batam dibangun di atas lahan seluas 86 hektare di kawasan Sambau Nongsa. Anggaran pengerjaan Rp400 miliar dengan waktu pembangunan 15 tahun. Tahun lalu, dana awal pembangunannya menelan dana Rp21 miliar. Tahap pertama yang dikerjakan PT Arah Pemalang itu, adalah membangun kantor dan lahan pembibitan.