Video Geger Honorer Distako Batam di Youtube Makin Hit

BATAM — Geger video tenaga harian lepas (THL) yang membongkar permainan busuk penerimaan honorer di Dinas Tata Kota (Distako) Batam menjadi tren di Youtube. Video yang diunggah 8 April 2016 oleh akun @TheKufaku berjudul “kelicikan dan kebusukan pejabat dinas tatakota Batam” tersebut, hingga Selasa (14/4/2016) sudah diklik lebih dari 26.500 kali.

Kasus ini menjadi heboh karena keberanian Bobi Dian, honorer Distako Batam yang membongkar perlakuan buruk yang dialaminya lewat video dengan durasi 15 menit 50 detik. Apalagi beberapa waktu sebelumnya, kasus yang mirip juga terjadi di SKPD lainnya, Satpol PP Batam yang membuat 825 anggota Satpol PP dirumahkan, karena proses penerimaannya tidak sesuai ketentuan.

Bobi, honorer berpendidikan S2 yang sudah 10 tahun dipekerjakan di Distako Batam sebagai Satpam itu mewakili teman-teman honorer lainnya meluapkan kekesalannya dengan logat Melayu yang kental. Statusnya sebagai honorer terancam tergusur dengan masuknya 20 honorer baru di Distako Batam pada 2016 yang disinyalir masuk lewat jalur nepotisme. Padahal pada saat yang sama, Wali Kota Batam Rudi gencar meneriakkan larangan penambahan honorer baru di SKPD.

Di antara honorer yang baru masuk itu adalah M Bayu Pratama, anak Kepala Distako Batam Asril dan Andi Hilda Rosalinsa, anak Sekretaris Distako Batam Ruslan. Kemudian Hamdani dan lainnya, keluarga pejabat di lingkungan Distako Batam.

Bobi dan rekan-rekannya sudah beberapa kali akan digusur. Oktober lalu mereka pernah dikumpulkan dan disampaikan tidak akan menerima gaji lagi pada November dan Desember 2015.

“Kenyataannya, kami tetap masuk kantor dan terima gaji November dan Desember. Siasat pertama budak-budak ni, hendak berhentikan kami,” kata Bobi dalam tayangan videonya.

Keberanian Bobi untuk membuka borok Pemko Batam ini diapresiasi berbagai kalangan masyarakat di Batam, meski akhirnya ia harus dipecat. Tidak hanya terhadap Bobi, seluruh THL Distako Batam yang baru masuk tahun 2016 ini juga dipecat.

“Saya kira masih banyak SKPD lain di Batam yang memiliki kasus serupa di Distako atau Satpol PP. Semoga ada Bobi-Bobi lain di SKPD Pemko Batam lainnya. Sekarang zaman transparansi, jika jalur resmi mentok, bisa pakai media sosial, biar sekalian dunia tahu,” kata Husein, tokoh masyarakat Seibeduk.

Kepala Distako Batam Asril membantah telah melakukan penerimaan honorer baru. Ia berkilah belum mengeluarkan Surat Keputusan (SK) penerimaan honorer tahun ini.

“SK belum keluar, belum saya tandatangani,” katanya kepada media.

Hingga kini belum ada data pasti terkait jumlah honorer di Pemko Batam. Berdasarkan catatan DPRD Batam. ada sekitar 4.700 orang, sedangkan data Pemko Batam sekitar 7.000 orang. (tia)