Vonis Yvonne Dinilai Janggal

BATAM — Andi Wahyudin, penasehat hukum terdakwa Tan Mey Yen alias Yvonne menilai vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam terhadap kliennya janggal. Dalam sidang pada Rabu (27/4/2016), Ketua Majelis Hakim Wahyu Prasetyo didampingi Tiwik dan Juli Handayani memvonis Yvonne dengan penjara 2 tahun, karena dianggap turut serta menggelapkan uang perusahaan sekira Rp36 miliar bersama dengan Direktur PT EMR, Koh Hock Liang.

“Menyatakan terdakwa terbukti turut serta melakukan penggelapan. Menjatuhi hukuman 2 tahun penjara,” kata Hakim Wahyu, membacakan amar putusannya, lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum dengan penjara 2 tahun 3 bulan.

Andi membeberkan sejumlah kejanggalan vonis majelis hakim dengan fakta persidangan. Di antaranya majelis hakim berpendapat bahwa Yvonne adalah General Manager PT EMR Indonesia, tanpa dikuatkan dengan bukti surat ataupun dokumen. Sementara keterangan para saksi berbeda-beda, ada yang menyebut Yvonne adalah manager accounting, administrasi, dan akuntan. Keterangan para saksi juga tidak ada yang membuktikan bahwa Iyvonne menggelapkan hasil penjualaan besi scrap PT EMR.

“Keterangan saksi tidak terhubung dengan fakta persidangan, bagaimana Yvonne divonis bersalah?” ujarnya.

Tuduhan Yvonne memindahbukukan uang Rp8 miliar juga tak didukung dengan bukti otentik. Yang ada hanya Rp2 miliar yang sudah dikembalikan ke rekening perusahaan dan itu tercatat dalam dokumen.

“Pemindah bukuan itu atas perintah Koh Hock Liang,” kata Andi.

Selanjutnya, soal turut serta menggelapkan uang perusahaan sebagaimana pertimbangan majelis hakim. Hal itu tidak mungkin dilakukan oleh seseorang yang bukan menjabat sebagai direktur. Pertanggungjawaban terhadap laporan keuangan perusahaan juga bukan melalui komisaris, tapi Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Atas putusan majelis hakim tersebut, Andi Wahyudin selaku penasehat hukum terdakwa Yvonne menyatakan akan banding.

“Komisaris hanyalah pengawas dalam perusahaan, pertanggungjawaban harus melalui RUPS. Saya pasti banding,” jelas Andi.