Warga Batam Tuntut Kompensasi Pemadaman Listrik

BATAM — Pasokan listrik di Batam untuk kebutuhan masyarakat dan industri kembali terganggu. Mulai besok, Rabu-Minggu (4-8/5/2016), b’right PLN Batam akan melakukan pemadaman listrik bergilir di seluruh kawasan Batam.

Terjadinya gangguan ini mengundang berbagai kalangan masyarakat di Batam, termasuk pengusaha. Mereka menuntut b’right PLN Batam memberikan kompensasi, karena gangguan listrik sering terjadi dan terkadang dilakukan tanpa pemberitahuan.

“Bukan kali ini saja terjadi pemadaman listrik, sudah sering. Parahnya, pemadaman sering molor dari jadwal, contoh dijadwalkan 2 jam, kenyataannya lebih lama, mencapai sekitar 3 jam. Kami minta PLN memberikan kompensasi atas buruknya pelayanan selama ini,” kata Akmal, pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Batam, Selasa (3/5/2016).

Rudi Antono, Corporate Communication b’right PLN Batam beralasan, pemadaman listrik dilakukan karena adanya pemeliharaan dua mesin Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjungkasam yang menyebabkan berkurangnya daya listrik hingga 40 Mega Watt (MW). Durasi pemadaman sekitar 3 jam pada hari pertama pemadaman.

“Pemeliharaan ini rutin kami lakukan untuk menjaga kinerja pembangkit tetap normal,” kata Rudi.

Mesin PLTU Tanjungkasam yang didatangkan dari Cina ini memang sering rusak sejak beroperasi 2012 lalu, meski PLN Batam rutin melakukan perawatan. Kondisi ini dikeluhkan masyarakat dan pengusaha, sebagai pelanggan listrik, karena sangat mengganggu aktivitas dan proses produksi perusahaan.

Pada 8 April 2016, listrik Batam juga mengalami gangguan yang menyebabkan terjadinya pemadaman listrik di beberapa wilayah Kota Batam. Pemadaman listrik itu berlangsung selama dua hari dan melebihi dari batas waktu yang dijadwalkan, yakni 2 jam per hari.

Waktu itu Rudi Antono beralasan gangguan listrik disebabkan adanya masalah pada unit 1 mesin PLTU Tanjungkasam yang membuat daya listrik defisit hingga 37 MW. Gangguan tersebut termasuk vital dan memerlukan tindakan preventif untuk segera diperbaiki. Mengingat PLTU Tanjungkasam merupakan tulang punggung sistem kelistrikan di Batam.

“Jika tidak segera diperbaiki, Batam terancam padam total (black out),” katanya.

Persoalan listrik di berbagai wilayah di Kepri ini menjadi perhatian serius Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Ia menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan ketersediaan listrik di Kepri, karena listrik merupakan unsur terpenting dalam mewujudkan pembangunan.

“Permasalahan listrik ini tidak akan pernah saya abaikan. Kita akan terus mencari solusi terbaik. Listrik di Kepri ini merupakan kebutuhan dasar bagi pembangunan,” katanya.